ER.Edwin RegaSTRATEGI. TEKNOLOGI. DAMPAK.EN

EDWIN REGA / Wawasan

Pelajaran & Perspektif

Same Company. Different Roles. A New Perspective Each Time.

Enam tahun perjalanan, lima peran berbeda, dan perspektif yang terus berkembang.

Ilustrasi landscape perjalanan lima peran di Infomedia sejak 2020 hingga kini, dengan nameplate bertingkat dan timeline lengkap.

Enam tahun di perusahaan yang sama mungkin terdengar seperti perjalanan yang cukup sederhana.

Tetapi bagi saya, perjalanan ini justru memperlihatkan bahwa pengalaman tidak selalu harus datang dari berpindah perusahaan. Terkadang, kesempatan untuk melihat bisnis dari sudut pandang yang berbeda bisa ditemukan melalui perubahan tanggung jawab, tantangan, dan peran dalam organisasi yang sama.

Sejak tahun 2020, saya mendapatkan kesempatan menjalani lima peran berbeda di PT Infomedia Nusantara, bagian dari Telkom Indonesia Group.

Mulai dari memahami kebutuhan bisnis, merancang solusi, mendukung proses penjualan, menganalisis performa, hingga kini terlibat dalam pengembangan bisnis dan strategi komersial.

Setiap peran membawa tanggung jawab yang berbeda.

Setiap transisi membutuhkan penyesuaian.

Dan setiap pengalaman memberikan perspektif baru tentang bagaimana sebuah bisnis sebenarnya bekerja.

Same company. Different roles. A new perspective each time.

1. Business Solution (2020–2022)

Understanding Business Needs Before Offering Solutions

Perjalanan saya dimulai dari Business Solution.

Pada tahap ini, saya mulai mengenal bagaimana kebutuhan pelanggan diterjemahkan menjadi sebuah solusi bisnis.

Saya belajar bahwa memahami kebutuhan pelanggan bukan hanya tentang mendengarkan apa yang mereka minta, tetapi juga mencoba memahami konteks, tantangan operasional, dan tujuan yang ingin dicapai.

Sebuah solusi mungkin terlihat menarik dari sisi teknologi. Namun, tanpa pemahaman terhadap masalah bisnis yang ingin diselesaikan, nilai yang ditawarkan bisa menjadi kurang relevan.

Dari sini, saya mulai memahami pentingnya menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan kemampuan solusi yang tersedia.

Pelajaran pertama: sebelum berbicara tentang solusi, pahami terlebih dahulu masalah yang ingin diselesaikan.

2. Sales Solution Specialist (2022–2023)

Translating Business Needs into Enterprise Solutions

Peran berikutnya membawa saya lebih dekat pada proses perancangan solusi untuk kebutuhan enterprise.

Jika sebelumnya fokus saya adalah memahami kebutuhan bisnis, pada tahap ini saya mulai melihat bagaimana kebutuhan tersebut diterjemahkan menjadi pendekatan solusi yang lebih terstruktur.

Saya belajar mempertimbangkan ruang lingkup kebutuhan, kesesuaian solusi, serta bagaimana sebuah usulan dapat memberikan manfaat bagi pelanggan.

Di sinilah saya semakin menyadari bahwa solusi yang baik tidak cukup hanya terlihat lengkap secara fitur.

Solusi juga harus relevan, dapat dijelaskan, dan memiliki nilai yang dapat dipahami oleh pihak yang akan menggunakannya.

Pengalaman ini membantu saya membangun cara berpikir yang lebih sistematis dalam menghubungkan kebutuhan bisnis dengan rancangan solusi.

Pelajaran kedua: solusi yang baik bukan yang paling kompleks, melainkan yang paling relevan dengan kebutuhan dan tujuan bisnis.

3. Presales Sales Support Specialist (2023–2024)

Bridging Solutions and Commercial Value

Memasuki peran Presales Sales Support Specialist, perspektif saya kembali berkembang.

Saya mulai melihat proses bisnis dari sisi yang lebih dekat dengan aktivitas penjualan dan kebutuhan komersial.

Sebuah solusi yang baik tetap perlu dikomunikasikan secara tepat agar pelanggan memahami nilai yang ditawarkan.

Di sini, saya belajar bahwa proses presales bukan sekadar menjelaskan produk atau menyiapkan kebutuhan pendukung penjualan.

Ada kebutuhan untuk menjembatani pemahaman antara kebutuhan pelanggan, pendekatan solusi, dan pertimbangan bisnis yang mendasari sebuah penawaran.

Saya juga semakin memahami pentingnya kolaborasi antarperan dalam mendukung proses penjualan.

Karena pada akhirnya, solusi tidak hanya perlu dapat dijalankan.

Solusi juga harus dapat diposisikan sebagai sesuatu yang bernilai bagi pelanggan.

Pelajaran ketiga: nilai sebuah solusi tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya, tetapi juga oleh seberapa baik manfaat bisnisnya dapat dijelaskan.

4. Sales Performance Analyst (2024–2025)

Translating Data into Business Insights

Peran sebagai Sales Performance Analyst memberikan perubahan perspektif yang cukup signifikan.

Setelah beberapa tahun melihat bisnis dari sisi kebutuhan pelanggan, solusi, dan dukungan penjualan, saya mendapatkan kesempatan untuk mempelajari bisnis melalui data dan performa.

Saya mulai melihat bagaimana aktivitas bisnis diterjemahkan menjadi indikator, tren, dan informasi yang dapat membantu proses evaluasi.

Pengalaman ini memperkuat pemahaman saya bahwa angka tidak seharusnya berhenti sebagai laporan.

Data perlu memberikan konteks.

Mengapa performa berubah?

Apa yang menyebabkan sebuah target tercapai atau belum tercapai?

Bagian mana yang membutuhkan perhatian?

Dan apa yang dapat dipelajari untuk mendukung keputusan berikutnya?

Saya belajar bahwa dashboard yang baik bukan hanya yang mampu menampilkan banyak indikator, tetapi yang membantu penggunanya memahami kondisi bisnis dan menentukan tindakan.

Pelajaran keempat: data menjadi lebih bernilai ketika mampu menjelaskan kondisi bisnis dan mendukung keputusan, bukan sekadar menunjukkan angka.

5. Senior Business Development (2026–Present)

Shaping Commercial Strategy

Memasuki tahun 2026, saya mendapatkan kesempatan menjalani peran sebagai Senior Business Development.

Peran ini membawa saya pada perspektif yang lebih luas dalam melihat hubungan antara kebutuhan pasar, pengembangan solusi, peluang bisnis, dan strategi komersial.

Jika pada peran sebelumnya saya banyak belajar memahami kebutuhan, merancang solusi, mendukung penjualan, dan menganalisis performa, kini saya berkesempatan melihat bagaimana berbagai perspektif tersebut saling terhubung.

Saya semakin memahami bahwa pengembangan bisnis tidak hanya tentang menemukan peluang baru.

Ada pertanyaan yang perlu dijawab sebelum sebuah peluang benar-benar layak dikejar.

Apakah kebutuhan pasarnya cukup jelas?

Apakah solusi yang ditawarkan memiliki nilai yang relevan?

Apakah model bisnisnya memungkinkan?

Apakah organisasi memiliki kesiapan untuk menjalankannya?

Dan bagaimana peluang tersebut dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan?

Pertanyaan-pertanyaan ini membuat saya melihat business development bukan sekadar aktivitas mencari pertumbuhan, tetapi juga proses mengevaluasi pilihan dan menentukan prioritas.

Tentu saja, perjalanan pada peran ini masih terus berlangsung.

Masih banyak hal yang perlu saya pelajari, terutama dalam menghubungkan perspektif strategis dengan realitas eksekusi bisnis.

Pelajaran kelima: pertumbuhan bisnis bukan hanya tentang menemukan lebih banyak peluang, tetapi juga memahami peluang mana yang benar-benar layak dikembangkan.

Different Roles, Broader Perspectives

Ketika melihat kembali perjalanan tersebut, saya menyadari bahwa kelima peran ini bukan pengalaman yang berdiri sendiri.

Masing-masing membangun perspektif yang saling melengkapi.

PerjalananPerspektif yang Dipelajari
Business SolutionUnderstanding Business Needs
Sales Solution SpecialistDesigning Enterprise Solutions
Presales Sales Support SpecialistConnecting Solutions with Commercial Value
Sales Performance AnalystTurning Data into Business Insights
Senior Business DevelopmentShaping Commercial Strategy

Dari belakang layar hingga lebih dekat dengan lini depan pengembangan bisnis, saya mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana berbagai fungsi dalam organisasi saling berhubungan.

Pengalaman tersebut juga membuat saya semakin menghargai kompleksitas sebuah keputusan bisnis.

Apa yang terlihat sederhana dari satu sisi belum tentu sederhana dari sisi yang lain.

Sebuah peluang yang menarik secara komersial mungkin membutuhkan kesiapan operasional yang lebih besar.

Sebuah solusi yang kuat secara teknis belum tentu memiliki model bisnis yang tepat.

Dan sebuah indikator performa yang terlihat baik belum tentu menceritakan keseluruhan kondisi bisnis.

Semakin banyak perspektif yang dipelajari, semakin saya menyadari bahwa keputusan bisnis yang baik membutuhkan pemahaman lintas fungsi.

Growth Is Not Always About Moving Faster

Ada masa ketika saya melihat perkembangan karier terutama dari seberapa cepat seseorang melangkah ke posisi berikutnya.

Namun, perjalanan ini memberikan perspektif yang berbeda.

Bertumbuh juga berarti memperluas cara berpikir.

Belajar memahami masalah yang sebelumnya tidak terlihat.

Mendengarkan sudut pandang yang berbeda.

Dan menyadari bahwa apa yang kita ketahui hari ini mungkin belum cukup untuk menjawab tantangan berikutnya.

Lima peran dalam enam tahun bukan berarti saya telah menguasai seluruh aspek bisnis.

Justru setiap perpindahan peran memperlihatkan semakin banyak hal yang belum saya ketahui.

Dan menurut saya, itulah salah satu bagian paling menarik dari proses belajar.

The more perspectives you gain, the more you realize there is still so much to learn.

Closing Thought: Still Learning, Still Evolving

Saya bersyukur mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui peran-peran yang berbeda dalam satu organisasi.

Setiap fase memiliki tantangan dan pembelajaran tersendiri.

Ada masa untuk memahami.

Ada masa untuk merancang.

Ada masa untuk mendukung.

Ada masa untuk menganalisis.

Dan sekarang, ada kesempatan untuk terlibat lebih jauh dalam pengembangan bisnis.

Saya tidak melihat perjalanan ini sebagai cerita tentang seberapa cepat seseorang mencapai suatu posisi.

Bagi saya, ini adalah cerita tentang bagaimana pengalaman yang berbeda dapat membentuk perspektif yang lebih luas.

Karena pada akhirnya, bertumbuh bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga seberapa banyak perspektif yang kita dapatkan sepanjang perjalanan.

Same company.

Different roles.

Broader perspectives.

Still learning. Still evolving.

Edwin Rega

Business & Technology Consultant

Thoughts on Business, Technology & Continuous Learning.

Perspektif Lain